BIMTEK PEMBINAAN LEMBAGA PENYIARAN TAHUN 2015

IMG_9002
Kiri,Husnun N Djuraid, Zulkifli Amrizal, S.Sos. M.Si., Ir. H. Bambang Nugroho, M.T.

Dalam rangka Pembinaan Lembaga Penyiaran Tahun 2015 dengan tema “Menumbuhkembangkan Potensi Nasionalisme Jurnalistik ” Dinas KOMINFO Kota Malang bidang SKDI (Sarana Komunikasi dan Desiminasi Informasi) mengadakan kegiatan workshop jurnalistik yang dilaksanakan di ruang Majapahit Balai Kota Malang selama dua hari, 10 – 11 Februari 2015 yang diikuti peserta dari berbagai kalangan seperti KIM (Kelompok Informasi Masyarakat), Wartawan media elektronik, media cetak serta Operator Website di SKPD. Dengan 4 narasumber dari insan Pers yang tidak asing lagi di dunia jurnalistik Kota Malang, diungkapkan Ketua Panitia Pelaksana, Ir. H Bambang Nugroho, M.T.  Kabid SKDI (Sarana Komunikasi Desiminasi Informasi) Kota Malang.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang Zulkifli Amrizal, S.Sos. M.Si. mengatakan “melalui kegiatan ini para peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang jurnalistik dan potensi menulis, agar nantinya dapat menyajikan sebuah tulisan yang sesuai dengan kaidah jurnalistik yang baik dan benar” dan sambutan ditutup dengan pembukaan acara Bimtek Jurnalistik (disertai tepuk tangan peserta bimtek).

IMG_9029
Noordin Djihad saat memberi tugas pada peserta Bimtek

            Dan dilanjutkan oleh dua narasumber pertama yaitu Husnun N Djuraid (Komisioner Malang Group) yang menyampaikan materi tentang Kode Etik Jurnalistik dengan materi “Kode etik berlaku kepada seluruh wartawan dengan organisasi apa saja menurut Husnun N Djuraid kode etik wartawan terdapat 11 Pasal yang harus di taati untuk menegakan integritas serta profesionalisme kode etik jurnalistik ditetapkan oleh Dewan Pers, setelah menyampaikan materi di lanjutkan sesi tanya jawab yang di buka oleh moderator, dalam sesi pertama ini ada tiga orang yang bertanya seputar kode etik media setelah sesi tanya jawab selesai dilanjutkan dengan sesi kedua yang di narasumberi oleh Bapak Noordin Djihad (Kepala Sekolah Jurnalistik Indonesia) dengan tema yang berbeda yaitu tentang Bahasa Jurnalistik dan Tugas Penulisan Jurnalistik Menurut Noordin Djihad prinsip bahasa jurnalistik itu dapat di baca oleh sebanyak mungkin orang untuk media cetak kemudian dapat di tonton sebanyak mungkin orang untuk media Televisi dan dapat di dengar sebanyak mungkin oleh audien untuk media radio . Setelah materi di sampaikan di lanjutkan dengan sesi tanya jawab sampai selesai. Setelah penyampaian materi dan sesi tanya jawab selesai di tutup dengan do’a oleh MC “Master of Ceremonies” Bapak Ario Rachmono dan dilanjutkan dengan makan siang.

Tinggalkan Balasan